UPAYA MENINGKATKAN
KEDISIPLINAN DALAM MENAATI
TATA TERTIB TERHADAP SISWA
KELAS XII MELALUI LAYANAN
BIMBINGAN KELOMPOK

Oleh : Alis Indrayanti, S.Pd.
Guru Bimbingan Konseling Kelas XII SMK Negeri 2 Cilacap,
Jawa Tengah

Disiplin dalam mentaati tata tertib yang diterapkan di SMK Negeri 2 Cilacap adalah sebagai siswa sebagai peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah yaitu mengenakan pakaian OSIS, atribut, topi, memakai ikat pinggang dan memakai sepatu hitam untuk anak laki-laki. masuk. Anak perempuan memakai rok panjang, tidak boleh dipakai di pinggul dan harus memakai pakaian putih (Ariananda, Hasan, & Rakhman, 2016).

Rendahnya tingkat kedisiplinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: dari faktor internal siswa kurang memahami pentingnya kedisiplinan di lingkungan sekolah, siswa ingin tampil sesuai dengan model yang ditiru, rendahnya tingkat kecerdasan siswa membuat mereka kurang peduli. tentang tata tertib sekolah dan kurangnya peran serta orang tua dalam mengawasi kedisiplinan anaknya (Widosari, 2014), (Utami, 2017).

Rendahnya tingkat kedisiplinan juga dipengaruhi oleh faktor guru, antara lain guru yang tidak mengawasi anak terutama yang kurang disiplin berseragam, tidak adanya kesamaan langkah dalam menindak siswa yang melakukan pelanggaran, juga disebabkan guru merasa tanggung jawabnya tanggung jawab. sebatas bidang studi yang diajarkan, sedangkan masalah tata tertib siswa tidak dianggap pekerjaannya (M. Arief Nabawi, Monawati, 2017). Selain itu, ada anak-anak populer yang tidak mematuhi aturan, dan kehadirannya membuat siswa lain terpengaruh (Asim, 2016). Kondisi kedisiplinan siswa dalam menaati peraturan yang rendah dapat mempengaruhi perilaku anak dalam kegiatan belajar mengajar dan kegiatan lainnya di sekolah.

Rendahnya tingkat kedisiplinan dapat diatasi melalui berbagai macam layanan bimbingan, salah satunya adalah layanan Bimbingan Kelompok (Hadianti, 2017). Metode ini dianggap tepat karena melalui isu konten ini dibahas dan dirumuskan bersama dalam media alternatif dan berangkat dari kelompok disiplin kerapian seragam anak, terutama saat mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan bersama. Melalui layanan penguasaan konten ini, siswa yang melanggar disiplin dan ketertiban dapat diajak bertukar pikiran antara guru, siswa dan siswa, sehingga tingkat pelanggaran disiplin dapat dikurangi atau dihilangkan, terutama saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Disiplin menaati peraturan sekolah khususnya dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar merupakan cara pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik agar menjadi tertib dalam belajar, tertib dalam bekerja, tertib dalam beribadah dan tertib sebagai anggota masyarakat (Roshita, 2014). Oleh karena itu, pelanggaran disiplin dalam menaati aturan merupakan awal dari kekacauan dalam segala aspek kehidupan, oleh karena itu merupakan masalah penting dan mendesak untuk dicarikan solusinya.

Berdasarkan permasalahan tersebut, guru pembimbing memberikan layanan Bimbingan Kelompok sebagai upaya untuk membangun kedisiplinan siswa SMK Negeri 2 Cilacap khususnya dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dapat meningkat. Kurangnya pemahaman akan pentingnya mentaati peraturan sekolah secara terus menerus, keinginan anak untuk tampil seperti model yang ditiru ditengarai menjadi penyebab rendahnya kedisiplinan siswa. Selain itu, kebiasaan berperilaku disiplin dalam suatu kegiatan diyakini dapat diterapkan pada berbagai kegiatan lainnya, sehingga kasus yang terjadi adalah kurangnya kedisiplinan siswa dalam mentaati peraturan dan tata tertib sekolah, perlu dicari penanggulangannya. Dengan terselesaikannya masalah kedisiplinan siswa, dalam jangka pendek tata tertib sekolah dapat terpenuhi dan dalam jangka panjang siswa memiliki kebiasaan berperilaku disiplin dalam segala bidang.

Proses keberhasilan dalam disiplin kerapian berpakaian yang terjadi saat siswa mengikuti upacara menekankan pada dua aspek, yaitu aspek pemahaman dan penerapan. Aspek pemahaman anak dalam memahami aturan yang harus dipatuhi dapat diamati melalui keterlibatan siswa dalam mengikuti layanan bimbingan kelompok. Sedangkan pelaksanaan tata tertib sekolah dapat dilihat berdasarkan penampilan siswa pada saat upacara.

Aspek-aspek di atas dapat dicapai dengan menyediakan proses pelayanan yang terencana dengan baik sehingga proses pelayanan menjadi efisien dan efektif. Pelayanan yang efisien dan efektif dapat terlaksana apabila guru pembimbing dapat memberdayakan dinamika kelompok pada setiap tahapan pelayanan yang harus dilaksanakan.

Karena mereka sebenarnya sadar akan tindakan salah mereka, dan karena perasaan tidak enak, merasa tertekan dan tidak aman, masa puber terasa betah di peerculture. Kekhasan pubertas dalam penjelasan di atas menunjukkan bahwa perilaku mereka terkait, dan bahkan secara inheren, dengan perkembangan mereka. Karena tidak bisa langsung diubah oleh orang dewasa/lingkungan sekolah. Namun dengan memperhatikan kondisi pubertas, masih terbuka peluang bagi orang dewasa/sekolah untuk mentaati peraturan sekolah khususnya dalam disiplin kerapian berupa tata cara. Peluangnya adalah melalui pemberdayaan kelompok mereka dan membicarakan masalah yang mereka berdua hadapi. Pemberdayaan kelompok dalam mengatasi masalah dapat dikelola ke arah yang diharapkan oleh orang dewasa/sekolah melalui kegiatan yang disebut layanan bimbingan kelompok. Melalui bimbingan kelompok mereka dapat mendiskusikan segala rahasia yang mereka simpan terkait dengan masalah tersebut, yang dalam hal ini adalah disiplin kerapian dalam upacara. Mereka dapat dengan bebas mengemukakan pendapatnya karena situasi dan kondisi kegiatan dirancang secara sistematis sehingga mereka merasa aman dan nyaman untuk mengungkapkan masalahnya, serta alternatif dan argumen untuk memecahkan masalah yang diajukan.

Sesuai dengan tujuan layanan bimbingan konseling berdasarkan observasi, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Penggunaan layanan bimbingan kelompok memberikan tempat dan kesempatan kepada siswa kelas XII SMK Negeri 2 Cilacap untuk bertukar pikiran/gagasan terkait dengan masalah yang mereka hadapi dengan rasa aman dan nyaman; (2) Penggunaan layanan bimbingan kelompok dapat digunakan untuk memberdayakan kemampuan kelompok dalam mencari alternatif pemecahan masalah yang dihadapi individu dan kelompok; (3) Penggunaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kedisiplinan siswa dalam mengikuti upacara; (4) Guru pembimbing dapat meningkatkan kualitas proses pelayanan bimbingan sebagai wujud pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik profesional; dan (5) Siswa dapat menaati tata tertib sekolah.

Unduh Majalah Edukasi kami Sekarang

Jadilah Member sekarang dan dapatkan akses untuk mengunduh Majalah Edukasi kami secara online.

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi login ke Member Area. Atau tekan tombol di bawah ini untuk langsung masuk ke Member Area kami.

www.majalahedukasi.co.id

Majalah
Edukasi

CONTACT US

Majalah Berita dan Pengembangan Profesi.
Contact Person: 081-393-215921
Email: majalahedukasi21@gmail.com

OUR LOCATION

Jl. Merbabu Raya no 18 RT 7 RW 8 Mojosongo Jebres Surakarta 57127

No. ISSN: 1979-1771

208631
Users Today : 821
This Month : 821
Total Users : 208631
Total views : 462546