PROBING-PROMPTING
MENJADIKAN PEMBELAJARAN
MAKIN BERMAKNA

Oleh : Siti Zumaroh, S.Ag.
Guru SD 3 Besito, Gebog, Kudus,
Jawa Tengah

Pembelajaran yang unggul sejatinya memerlukan guru yang profesional sebagai produk dari profesionalisasi secara berkelanjutan. Seperti kita ketahui, guru memiliki pendidikan dan pelatihan secara khusus sehingga melahirkan para guru yang memiliki profesionalitas dan profesionalisme. Dalam hal ini berarti guru sangat berperan penting dalam dunia pendidikan yang berfungsi sebagai pencipta generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkualitas baik secara intelektual serta akhlaknya. Seperti yang kita ketahui bahwa guru memiliki tugas dan peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia. Jadi, guru di tuntut untuk bisa terampil dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan tetap kondusif sehingga dapat tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan agar peserta didik tidak merasa bosan, ngantuk, dan malas dalam menerima materi pembelajaran. Terampil merupakan salah satu komponen yang harus dimiliki oleh seorang guru seperti keterampilan dalam membuka pelajaran, keterampilan menjelaskan, terampil berbicara, terampil dengan media pembelajaran, keterampilan dalam mengelola kelas, dan keterampilan menutup pelajaran. Selain terampil, komponen pendidikan yang penting untuk diperhatiakan oleh seorang guru adalah metode, model, dan strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Proses pembelajaran yang menyenangkan dapat diciptakan melalui model-model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang berkaitan, karena jika metode, model dan strategi yang digunakan tidak cocok dengan materi yang akan disampaikan maka proses pembelajaran akan cenderung menjadi kacau dan malah sulit untuk di pahami. Akan tetapi penyampaian materi dalam artian penanaman nilai-nilai pendidikan sering kali gagal dikarenakan cara yang digunakan pendidik kurang tepat. Penguasaan pendidik terhadap materi pembelajaran saja, sejatinya belum cukup untuk dijadikan tolak ukur keberhasilan suatu proses kegiatan belajar mengajar. Saat ini, yang harus diperhatikan yaitu bagaimana usaha yang harus dilakukan oleh para pendidik khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk menerapkan model-model pembelajaran yang dapat memperluas pemahaman peserta didik dalam pemahaman materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam, mendorong mereka untuk bisa aktif, berfikir kritis, dan sekaligus memiliki ketrampilan yang kreatif, serta mendalam.

Saat ini terjadi perubahan paradigma dalam proses kegiatan belajar mengajar. Selama ini dalam proses pembelajaran guru lebih banuak mendominasi, saat ini paradigma berpikirnya dirubah bahwa kegiatan belajar yang mendominasi adalah siswa, jadi perlu adanya aktivitas yang seimbang antara siswa dan guru. Bahkan akan lebih baik lagi, jika siswa lebih banyak aktif dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang aktif, dapat menumbuhkan daya inovatif, kreatif, efektif dan menambah pengetahuan yang baru.

Namun kenyataan yang ada di sekolah khususnya SD 3 Besito, peserta didik kelas 4 belum aktif dan hasil belajar siswa rendah. Maka dari itu guru menggunakan atau menerapkan salah satu model pembelajaran yang interaktif yang melibatkan siswa dalam pembelajaran. Model yang digunakan adalah Probing-Prompting. Menurut Miftahul Huda (2014: 281) pembelajaran Probing Prompting adalah pembelajaran dengan cara menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali gagasan siswa sehingga dapat melejitkan proses berpikir yang mampu mengaitkan pengetahuan dan pengalaman siswa dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya, siswa mengkonstruksi konsep, prinsip dan aturan menjadi pengetahuan baru, dan dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. Pembelajaran Probing Prompting sangat erat kaitannya dengan pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan pada saat pembelajaran ini disebut dengan probing question. Probing question adalah pertanyaan yang bersifat menggali untuk mendapatkan jawaban lebih dalam dari siswa yang bermaksud untuk mengembangkan kualitas jawaban, sehingga jawaban berikutnya lebih jelas, akurat, dan beralasan sedangkan Prompting question dapat memotivasi siswa untuk memahami suatu masalah dengan lebih mendalam sehingga siswa mampu mencapai jawaban yang dituju. Selama proses pencarian dan penemuan jawaban atas masalah tersebut, mereka berusaha menghubungkan pengetahuan dan pegalaman yang telah dimiliki dengan pertanyaan yang akan dijawab. Proses tanya jawab dalam pembelajaran dengan cara menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. Siswa tidak bisa menghindar dari proses pembelajaran, karena setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab.

Adapun langkah- langkah pembelajaran Probing Prompting dijabarkan melalui tujuh teknik sebagai berikut: a) Guru menghadapkan siswa pada situasi baru, misalkan dengan memperhatikan gambar, rumus, atau situasi lainnya yang mengandung permasalahan; b) Menunggu beberapa saat untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk merumuskan jawaban atau melakukan diskusi kecil dalam merumuskannya; c) Guru mengajukan persoalan kepada siswa yang sesuai dengan indikator kepada seluruh siswa; d) Menunggu beberapa saat untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk merumuskan jawaban atau melakukan diskusi kecil; e) Menunjuk salah satu siswa untuk menjawab pertanyaan; f) Jika jawabannya tepat, maka guru meminta tanggapan kepada siswa lain tentang jawaban tersebut untuk meyakinkan bahwa seluruh siswa terlibat dalam kegiatan yang sedang berlangsung. Namun, jika siswa tersebut mengalami kemacetan untuk jawaban atau jawaban yang diberikan kurang tepat, tidak tepat, atau diam, maka guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain yang jawabannya merupakan petunjuk jalan penyelesaian jawaban. Kemudian, guru memberikan pertanyaan yang menuntut siswa berpikir pada tingkat yang lebih tinggi, hingga siswa dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator. Pertanyaan yang diajukan pada langkah keenam ini sebaiknya dierikan pada beberapa siswa yang berbeda agar seluruh siswa terlibat dalam seluruh kegiatan Probing Prompting; g) Guru mengajukan pertanyaan akhir pada siswa yang berbeda untuk lebih menekankan bahwa indikator tersebut benar-benar telah dipahami oleh seluruh siswa

Keunggulan dari metode ini di antaranya: a) Mendorong siswa berfikir aktif; b) Memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas sehingga guru dapat menjelaskan kembali; c) Perbedaan pendapat antara siswa dapat dikompromikan atau diarahkan pada suatu diskusi.  Dengan keunggulan tersebut, didapat sebuah kesimpulan bahwa dengan penerapan model Probing-Prompting, aktivitas dan hasil belajar peserta didik meningkat.

Unduh Majalah Edukasi kami Sekarang

Jadilah Member sekarang dan dapatkan akses untuk mengunduh Majalah Edukasi kami secara online.

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi login ke Member Area. Atau tekan tombol di bawah ini untuk langsung masuk ke Member Area kami.

www.majalahedukasi.co.id

Majalah
Edukasi

CONTACT US

Majalah Berita dan Pengembangan Profesi.
Contact Person: 081-393-215921
Email: majalahedukasi21@gmail.com

OUR LOCATION

Jl. Merbabu Raya no 18 RT 7 RW 8 Mojosongo Jebres Surakarta 57127

No. ISSN: 1979-1771

208662
Users Today : 852
This Month : 852
Total Users : 208662
Total views : 462577