PENTINGNYA PENGEMBANGAN
INSTRUMEN EVALUASI
PADA LITERASI SAINS

Oleh : Nurhadi, S.Pd.SD.
Guru SDN 2 Jatisari, Sambi, Boyolali,
Jawa Tengah

Pengenalan literasi tidak hanya menekankan pada nilai yang terkandung di dalamnya, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan kecintaan anak terhadap teks, sehingga anak belajar hakikat bahasa tulis. Pengenalan literasi sejak dini sangat bermanfaat bagi anak, sebagai bekal bagi kehidupan di masa depan. Seperti yang dikemukakan oleh Heckman dalam Musfiroh (2012:223) bahwa belajar membaca merupakan hak dasar anak karena untuk mencapai kesuksesan di sekolah dan di dunia yang lebih luas, anak harus menguasai baca tulis. Banyak bukti yang menunjukan implikasi yang signifikan dari pencapaian literasi, tidak hanya untuk individu dalam kehidupan pribadi tetapi juga untuk kehidupan sosial.

Pengembangan literasi dalam dunia pendidikan di Indonesia belum secara optimal dilaksanakan, bahkan kebijakan pendidikan yang dijalankan cenderung mengabadikan tradisi ucap dengar. Penyediaan perpustakaan di beberapa sekolah belum menciptakan suatu kondisi literasi kepada siswa karena bentuk, jenis, dan jumlah buku yang terdapat di dalamnya masih sangat terbatas. Media untuk menuangkan gagasan tertulis yang dilakukan siswa pun belum memadai bagi upaya penciptaan literasi di lingkungan pendidikan.

Praktik pembelajaran literasi tentunya menyatu dengan penilaian yang tepat untuk melihat kualitas pembelajaran yang dilakukan. Mengingat banyaknya sumber daya yang digunakan dengan konsep literasi dan produk yang dihasilkan, maka penilaian autentik dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran literasi. Penilaian autentik erat kaitannya dengan banyak hal yang dilakukan atau yang diketahui oleh siswa. Tujuan penelitian autentik seperti yang dikemukakan oleh Nurgiyantoro (2011:23) adalah untuk mengukur berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi di dunia nyata saat keterampilan-keterampilan tersebut digunakan. Jadi, penilaian autentik menekankan pada pengukuran kinerja, doing something, melakukan sesuatu yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan yang telah dikuasai secara teoretis.

Keberhasilan siswa dalam mempelajari literasi sains dapat dilihat dari baik atau tidaknya nilai yang didapat siswa pada tes yang diberikan guru. Hasil penilaian tersebut nantinya dapat dijadikan bahan evaluasi untuk pembelajaran selanjutnya. Pernyataan tersebut sejalan dengan Permendikbud Nomor 23 tahun 2016 yang mengungkapkan bahwa penilaian adalah proses pengumpulan dan pengelolaan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa dengan tujuan memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar, dan perbaikan hasil belajar siswa dengan cara berkesinambungan. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa diterapkannya penilaian selama ini dalam dunia pendidikan memiliki tujuan dan manfaat bagi kemajuan pendidikan ke depannya, karena dengan diterapkannya penilaian masalah yang terjadi pada kegiatan pembelajaran dapat diketahui dan diperbaiki pada pembelajaran selanjutnya sehingga berujung pada suatu kesimpulan bahwa penilaian perlu diterapkan dalam setiap aspek pendidikan. Dalam penerapannya penilaian membutuhkan instrumen untuk mengukur ketercapaian hasil belajar siswa, salah satunya berupa tes. Tes merupakan alat untuk mendapatkan informasi karakteristik suatu objek. Objek di sini dapat berupa kemampuan siswa, sikap, minat, maupun motivasi.

Pengembangan konstruk instrument menduduki posisi penting dalam penentuan aspek-aspek penilaian kompetensi. Konstruk yang sudah dikembangkan akan menjadi kerangka acuan dalam mengembangkan instrumen penilaian baik dalam bentuk tes maupun nontes. Dalam hal mengembangkan konstruk kompetensi literasi khususnya membaca, pemahaman komprehensif mengenai hakikat membaca, factor-faktor yang dapat mempengaruhi pemahaman membaca, berbagai jenis teks dengan landasan Pengenalan terhadap berbagai bentuk genre berbahasa dan berkomunikasi yang sekarang ini juga dikenal sebagai pendekatan genre (Knapp dan Watkins, 2005) tidak terlepas dari konsep literasi karena dalam pendekatan ini, teks memiliki genre tertentu yang kemudian dilihat relevansi dan praktiknya pada konteks nyata, seperti teks dalam media cetak maupun elektronik.

Penilaian yang dilakukan oleh guru hanya sebatas pada penilaian yang ditentukan pemerintah dalam kurikulum pembelajaran yaitu penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik. Mengenai keterampilan literasi sains guru tetap menerapkannya namun dalam pengukurannya dimasukan ke dalam penilaian afektif. Dapat dikatakan bahwa ada ketidak sesuaian antara apa yang diharapkan dengan keadaan sebenarnya yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu, keterampilan literasi sains dan tes yang mengukurnya adalah objek yang perlu diteliti. Sehingga dibutuhkannya tes yang tidak hanya tepat untuk mengukur keterampilan literasi sains tapi juga memiliki kualitas yang baik.

Pengembangan alat ukur literasi dalam PISA 2009 menyangkut tiga aspek yaitu Aspek konten, aspeks konten, dan aspek konteks. Aspek konten sains merujuk pada konsep-konsep kunci dari sains yang diperlukan untuk memahami fenomena alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia. Proses sains merujuk pada proses mental yang terlibat ketika menjawab suatu pertanyaan atau memecahkan masalah. Sedangkan aspek konteks sains merujuk pada situasi dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi lahan bagi aplikasi proses dan pemahaman konsep sains.

Pengukuran literasi sains penting untuk mengetahui sejauh mana kemelekan siswa terhadap konsep-konsep sains yang telah dipelajarinya. Oleh karena itu diperlukan suatu instrumen literasi sains. Walaupun Instrumen literasi sains sudah ada dan dapat diadopsi dari penelitian internasional seperti PISA. Namun, hasil literasi sains Indonesia dalam studi internasional berlaku secara umum. Mengingat keberagaman kekurangan dalam mencapai tingkat literasi sains siswa dan kurikulum dalam tingkat satuan pendidikan yang disesuaikan dengan daerah serta spesifikasi pelajaran sains, maka perlu dikembangkan instrument literasi sains untuk digunakan dalam ruang lingkup kecil.

Unduh Majalah Edukasi kami Sekarang

Jadilah Member sekarang dan dapatkan akses untuk mengunduh Majalah Edukasi kami secara online.

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi login ke Member Area. Atau tekan tombol di bawah ini untuk langsung masuk ke Member Area kami.

www.majalahedukasi.co.id

Majalah
Edukasi

CONTACT US

Majalah Berita dan Pengembangan Profesi.
Contact Person: 081-393-215921
Email: majalahedukasi21@gmail.com

OUR LOCATION

Jl. Merbabu Raya no 18 RT 7 RW 8 Mojosongo Jebres Surakarta 57127

No. ISSN: 1979-1771

208669
Users Today : 859
This Month : 859
Total Users : 208669
Total views : 462584