PENINGKATAN FISIK MOTORIK
KASAR MELALUI KEGIATAN
LOKOMOTOR BAGI ANAK USIA DINI
DI KELOMPOK B

Oleh : Bothok Mindatik, S.Pd.AUD.
Guru Kelompok B TK Pertiwi Mejing 1 Candimulyo,
Magelang, Jawa Tengah

Dari perkembangan aspek fisik motorik salah satu aspek yang penting dikembangkan karna diaspek perkembangan fisik motorik anak belajar memahami gerakan sederhana yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Fisik motorik kasar merupakan kemampuan gerak tubuh berdasarkan otot-otot besar, sebagian otot besar atau seluruh anggota tubuh motorik kasar diperlukan supaya anak bisa duduk, menendang, berlari, naik turun tangga dan gerak lainnnya. Salah satu gerakan dasar yang harus dikembangkan dalam aspek fisik motorik adalah gerakan lokomotor. Gerakan lokomotor merupakan gerakan yang menyebabkan terjadinya perpindahan tempat atau keterampilan yang digunakan memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain (Sujiono, 2014: 4.6).

Berdasarkan hasil observasi permasalahan yang dihadapi di TK TK Pertiwi Mejing 1 . Kec. Candimulyo  Kab. Magelang dalam pengembangan fisik motorik, terdapat anak yang tidak  mampu melakukan gerakan lokomotor. Hal ini tentu bukan merupakan apa yang tercantum dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 137 tahun 2014 tentang standar nasional ketercapaian anak di mana anak usia 5-6 tahun sudah bisa melakukan gerakan fisik motorik melalui kegiatan lokomotor seperti berjalan, berlari, melompat, mengguling, namun jika dilihat dari kenyataan yang ada di lapangan maka dapat disimpulkan bahwa anak belum bisa mencapai standar ketercapaian kemampuan fisik motorik. Hal ini di sebabkan kurangnya keberanian anak untuk melakukannya, cara guru menyampaikan materi yang di ajarkan tidak bervariasi mereka hanya memberikan dengan nyanyian, anak usia dini harus melakukan gerakan yang berbeda tidak hanya dengan nyanyian dan duduk menulis, adapun kegiatan pembelajaran di TK harus menggunakan berbagai gerakan, dan cara mengajar guru yang bervariasi agar supaya anak tidak bosan untuk belajar dan selalu bersemangat dalam proses pembelajarannya. Selain itu metode yang di terapkan guru dan kegiatan yang diberikan tidak bervariasi menyebabkan anak mudah bosan, tidak bersemangat dalam belajar. Hal ini menjadi penyebab anak sibuk dengan kegiatan yang dilakukan dan bercerita dengan temannya dibandingkan memperhatikan guru yang menyampaikan materi dalam pembelajarannya tersebut.

Salah satu solusi pada permasalahan ini adalah perlunya pembelajaran yang dapat menarik minat anak untuk lebih memperhatikan guru dan fokus terhadap pembelajaran yang diberikan, sebagaimana manfaat gerakan lokomotor menurut (Mahendra, 2015:48) yaitu : 1) melatih dan memperbanyak pengalaman anak, 2) bisa membantu anak dalam upaya meningkatkan kekuatan serta daya tahan dari otot-otot yang digunakan, 3) anak secara tidak langsung diperkaya perbendaharaan geraknya, sehingga memiliki khasanah gerak dasar yang juga semakin banyak pula. Di sini penulis menggunakan empat gerakan lokomotor seperti berjalan, berlari, melompat, dan mengguling. Adapun langkah-langkah menggunakan gerakan tersebut ialah anak berjalan dengan mengayunkan kedua kaki secara bergantian dengan perlahan, lalu berlari dengan megayunkan kedua kaki secara bergantian dengan cepat, setelah itu anak melompat dengan ketingggian kurang dari 30-60 cm dengan kedua kaki mendarat secara bersamaan dan anak mengguling dengan posisi berdiri, kemudian jongkok dengan kedua lengan diluruskan ke depan seluruh ujung jari diluruskan, kemudian tolakan kedua kaki, pinggul diangkat, dagu dilipat ke dada, kedua tangan menerima berat badan sebagai gaya untuk memindahkan tumpuan ke pundak, lantas kedua lengan membantu saat gerakan ke depan dengan cara menggerakannya ke depan sampai sikap jongkok.

Adapun pentingnya pengembangan kegiatan lokomotor dalam aspek pembelajaran fisik motorik kasar anak seperti aspek kognitif, fisik motorik, sosial emosional. Anak usia dini sering kali mengalami hambatan atau kesulitan dalam mengikuti aspek pembelajaran yang menuntut gerakan lokomotor. Pada umumnya aspek pembelajaran di sekolah-sekolah termasuk pada anak usia dini didasarkan pada aspek yang sebenarnya atau menggunakan peralatan yang sebenarnya. Dari aspek pembelajaran tersebut ternyata anak usia dini mengalami kendala atau kesulitan, karena pada masa kanak-kanak kemampuan gerakan lokomotor baru berkembang, sehingga aspek pembelajaran tidak dapat dilaksanakan secara maksimal.

Dari hasil penerapan pembelajaran Lokomotor pada anak kelompok B di TK Pertiwi Mejing 1. Kec. Candimulyo  Kab. Magelang menunjukkan bahwa komponen motorik kasar dapat ditingkatkan menggunakan kegiatan lokomotor dan diharapkan dapat memberikan manfaat, motivasi dalam pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini meningkat, memberikan wawasan kepada guru tentang pengetahuan dan keterampilan tentang permainan untuk mengembangkan kemampuan anak usia dini,memberikan sumbangan yang positif terhadap kemajuan sekolah,sebagai salah satu peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan kebutuhan.

Unduh Majalah Edukasi kami Sekarang

Jadilah Member sekarang dan dapatkan akses untuk mengunduh Majalah Edukasi kami secara online.

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi login ke Member Area. Atau tekan tombol di bawah ini untuk langsung masuk ke Member Area kami.

www.majalahedukasi.co.id

Majalah
Edukasi

CONTACT US

Majalah Berita dan Pengembangan Profesi.
Contact Person: 081-393-215921
Email: majalahedukasi21@gmail.com

OUR LOCATION

Jl. Merbabu Raya no 18 RT 7 RW 8 Mojosongo Jebres Surakarta 57127

No. ISSN: 1979-1771

208701
Users Today : 891
This Month : 891
Total Users : 208701
Total views : 462616