PENERAPAN PROJECT BASED
LEARNING PADA MAPEL
ADMINISTRASI PAJAK KELAS XI
UNTUK PENINGKATAN
PRESTASI BELAJAR

Oleh : Dra. Mustari
Guru Produktif AKL Kelas XI SMK Negeri 1 Bangsri, Jepara,
Jawa Tengah

Persaingan dalam dunia pendidikan di era globalisasi saat ini semakin ketat dan terbuka, oleh karena itu institusi pemerintah diharapkan mampu merespon permasalahan pendidikan secara tepat dan bijaksana. Pendidikan pada dasarnya merupakan kebutuhan dan kewajiban dasar yang harus diikuti oleh setiap manusia, agar manusia memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menjalankan fungsi kehidupan. Tantangan di era globalisasi adalah mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing menghadapi dampak dunia pendidikan di era globalisasi saat ini (Fathurrohman, 2018).

Prestasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah usaha yang dicapai dari apa yang dikerjakan atau diusahakan. Menurut Fathurrohman (2018) Belajar adalah suatu proses bisnis yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengamatannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil pengukuran siswa yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik pada akhir pembelajaran dengan menggunakan instrumen tes yang relevan. Sedangkan menurut Harsono (2018), prestasi belajar merupakan bukti adanya perubahan perilaku pada seseorang yang melakukan kegiatan belajar. Perilaku memiliki unsur subjektif dan motorik. Unsur subjektif adalah unsur rohani dan unsur motorik adalah unsur jasmani.

Banyak guru dalam melaksanakan pembelajaran belum menggunakan strategi yang tepat untuk memaksimalkan potensi siswa sehingga siswa pasif dalam belajar, karena menggunakan metode ceramah sehingga mempengaruhi prestasi belajar siswa, hal ini diperkuat karena masih banyak siswa yang memiliki nilai di bawah atau sama dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Menyikapi hal tersebut di atas, siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Bangsri Jepara menerapkan metode project based learning untuk meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran administrasi pajak. Penerapan project based learning dalam proses pembelajaran sangat penting karena dapat meningkatkan prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, kemandirian, dan pemahaman siswa.

Menurut Rais (2020) Model project based learning adalah pendekatan pendidikan yang berfokus pada berpikir kreatif, pemecahan masalah, dan interaksi antara siswa dan teman sebaya untuk menciptakan dan menggunakan pengetahuan baru. Hapsari dkk dalam Al-Tabany (2019) Model project based learning merupakan model pembelajaran kontekstual karena diharapkan dapat mengubah cara belajar siswa secara mandiri dengan meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kreativitas siswa dalam bekerja, memunculkan ide-ide kreatif dan melatih berpikir kritis dalam mengatasi suatu masalah yang dihadapi di dunia nyata. Dengan adanya motivasi dan kreativitas dikalangan siswa akan mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan suatu masalah dengan memunculkan ide-ide kreatif sehingga siswa akan berperan aktif dalam pembelajaran dan proses pembelajaran tidak lagi berjalan satu arah tetapi terjadi dua arah antara guru dan siswa atau sebaliknya. Dengan terciptanya pembelajaran dua arah siswa tidak akan merasa bosan dan lebih termotivasi dalam proses pembelajaran.

Langkah-langkah metode project based learning untuk siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Bangsri Jepara pada mata pelajaran administrasi pajak adalah sebagai berikut: 1. Menentukan pertanyaan dasar; Pembelajaran diawali dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapat memberikan tugas kepada siswa dalam melakukan suatu kegiatan. Soal disusun dengan mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata dan dimulai dengan investigasi mendalam. Soal-soal yang disiapkan hendaknya tidak mudah dijawab dan dapat mengarahkan siswa untuk membuat proyek. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu umumnya bersifat terbuka (divergen), provokatif, menantang, memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan berkaitan dengan kehidupan siswa. Guru mencoba membuat topik yang diangkat relevan dengan siswa. 2. Mengembangkan perencanaan proyek; Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa. Dengan demikian siswa diharapkan merasa memiliki proyek. Perencanaan berisi aturan main, pemilihan kegiatan yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan penting, dengan mengintegrasikan berbagai bahan yang mungkin, dan mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek. 3. Mengembangkan jadwal; Guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal kegiatan dalam menyelesaikan proyek. Kegiatan pada tahap ini meliputi: (1) membuat jadwal penyelesaian proyek, (2) menentukan waktu akhir penyelesaian proyek, (3) mengajak siswa merencanakan cara-cara baru, (4) membimbing siswa ketika membuat cara-cara yang tidak terkait dengan proyek. , dan (5) meminta siswa membuat penjelasan (alasan) tentang cara memilih waktu. Jadwal yang disepakati harus disepakati bersama agar guru dapat memantau kemajuan pembelajaran dan mengerjakan proyek di luar kelas. 4. Memantau kemajuan siswa dan proyek; Guru bertanggung jawab untuk memantau aktivitas siswa selama penyelesaian proyek. Monitoring dilakukan dengan memfasilitasi siswa dalam setiap prosesnya. Dengan kata lain, guru berperan sebagai pembimbing kegiatan siswa. Untuk mempermudah proses pemantauan, dibuat rubrik yang dapat merekam semua kegiatan penting. 5. Penilaian hasil; Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur pencapaian standar kompetensi, berperan dalam mengevaluasi kemajuan setiap siswa, memberikan umpan balik terhadap tingkat pemahaman yang telah dicapai siswa, membantu guru dalam merumuskan strategi pembelajaran selanjutnya. 6. Evaluasi Pengalaman; Di akhir proses pembelajaran, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan dan hasil proyek yang telah dilakukan. Proses refleksi dilakukan secara individu atau kelompok. Pada tahap ini siswa diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek. Guru dan siswa mengembangkan diskusi guna meningkatkan kinerja selama proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya ditemukan temuan baru untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada pembelajaran tahap pertama.

Melalui metode project based learning ini siswa terlibat dalam kegiatan dunia nyata dan mempraktikkan strategi otentik secara disiplin. Siswa bekerja secara kolaboratif untuk memecahkan masalah yang penting bagi mereka. Meningkatkan kolaborasi guru dalam merancang dan mengimplementasikan proyek yang melintasi batas geografis atau bahkan melompati zona waktu. Sehingga berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode project based learning pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Bangsri Jepara pada mata pelajaran administrasi pajak ini berhasil.

Unduh Majalah Edukasi kami Sekarang

Jadilah Member sekarang dan dapatkan akses untuk mengunduh Majalah Edukasi kami secara online.

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi login ke Member Area. Atau tekan tombol di bawah ini untuk langsung masuk ke Member Area kami.

www.majalahedukasi.co.id

Majalah
Edukasi

CONTACT US

Majalah Berita dan Pengembangan Profesi.
Contact Person: 081-393-215921
Email: majalahedukasi21@gmail.com

OUR LOCATION

Jl. Merbabu Raya no 18 RT 7 RW 8 Mojosongo Jebres Surakarta 57127

No. ISSN: 1979-1771

208664
Users Today : 854
This Month : 854
Total Users : 208664
Total views : 462579