MENYONGSONG MATA
PELAJARAN INFORMATIKA
PADA KURIKULUM 2022

Oleh : Arif Hartoyo, S.Pd.
Guru Bimbingan TIK SMAN 1 Mejobo, Kudus,
Jawa Tengah

Dunia saat ini telah memasuki Era Revolusi Industri 4.0. Pada saat yang sama, mayoritas siswa saat ini adalah generasi milenial yang friendly dengan gadget dan media sosial. Mereka saling terkoneksi satu sama lain dalam semesta internet yang minim batasan. Salah satu perubahan yang menonjol pada generasi ini adalah kemampuan memanfaatkan perubahan teknologi dalam berbagai sendi kehidupan. Dalam era transformasi digital tersebut, sistem pendidikan nasional dihadapkan pada tantangan yang amat kompleks, tetapi menarik. Sementara, kurikulum yang berlaku pada sistem pendidikan saat ini adalah Kurikulum 2013 (K-13 atau kurtilas). Karena kondisi pandemi Covid-19 sejak 2020, pemerintah menerapkan kebijakan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa. Satuan pendidikan dapat menerapkan kurikulum nasional kurikulum 2013, kurikulum darurat dan atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. Selain itu, satuan pendidikan dapat melakukan pengurangan kompetensi dasar setiap mata pelajaran sehingga lebih fokus pada kompetensi esensial untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Pada awal tahun 2022 ini, pelaksana pendidikan dan pengelola sekolah dihebohkan dengan adanya kurikulum baru, yaitu kurikulum 2022. Transformasi digital di masa pandemi covid-19 dan adanya kritik terhadap kurikulum 2013, menjadikan munculnya kurikulum baru ini.  Menurut Dr. Supangat dalam bukunya yang berjudul Kurikulum 2022, Mengenal Kurikulum Prototipe Bagi Sekolah dan Guru (2021), kurikulum prototipe ini sudah disiapkan beberapa tahun lalu untuk diimplementasikan pada Program Sekolah Penggerak. Aturan mengenai kurikulum prototipe ini tertuang di dalam Keputusan Mendikbudristek Nomor 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak. Secara singkat kurikulum 2022 ini memiliki beberapa karakteristik antara lain: 1. Pembelajarannya dirancang berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter (iman, taqwa, dan akhlak mulia; gotong royong; kebhinekaan global; kemandirian; nalar kritis; kreativitas). 2. Fokus pada materi esensial supaya ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. 3. Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. (Pemaparan Kemendikbud)

Ada beberapa perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum 2022, antara lain: 1. untuk level TK Pendekatan pembelajaran yang awalnya berbasis tema pada K-2013, berubah menjadi fokus literasi (buku yang digemari anak-anak) pada Kur. 2022; 2. untuk level SD pelajaran IPA dan IPS yang awalnya dipisah pada kurikulum 2013, dirubah untuk digabung menjadi IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) pada kurikulum 2022, sebagai fondasi sebelum anak belajar IPA dan IPS terpisah di jenjang SMP; 3. Untuk level SMP Pembelajaran Informatika pada K-2013 menjadi mata pelajaran pilihan, sementara di kur. 2022 mapel informatika sebagai mata pelajaran wajib 4. Untuk level SMA Di K-2013 siswa SMA masuk langsung memilih penjurusan, sementara di Kur.2022 siswa mengambil dan menentukan peminatan pada kelas 11, karena perlu berkonsultasi dengan guru BK, wali kelas, dan orang tua.

Mata pelajaran informatika yang awalnya bersifat pilihan pada K-13 kini menjadi mata pelajaran wajib pada kurikulum yang baru bahkan akan diterapkan mulai dari tingkat SMP. Hal ini dikarenakan kompetensi teknologi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh peserta didik pada abad 21 apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Pembelajaran kurikulum 2022 merupakan pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Pembelajaran dengan paradigma baru dilakukan melalui: a. penggunaan kurikulum disesuaikan dengan tujuan untuk mengembangkan dan menguatkan kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila; b. penerapan pembelajaran sesuai tahap capaian belajar siswa; c. penggunaan beragam perangkat ajar termasuk buku teks pelajaran dan rencana pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik; dan d. pembelajaran melalui projek guna penguatan pencapaian profil Pelajar Pancasila.

Informatika merupakan disiplin ilmu penting harus dikuasai siswa generasi digital yang mempelajari transformasi fakta berlambang, yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi. Disiplin ilmu ini mencakup berbagai macam bidang, termasuk di dalamnya sistem informasi, ilmu komputer, ilmu informasi, teknik komputer, dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen. Secara umum, informatika mempelajari struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data, memproses, dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi. Informatika memiliki aspek lebih luas, tidak hanya sekadar sistem informasi berbasis komputer saja, tetapi masih banyak informasi yang belum diproses dengan komputer. Informatika memiliki konsep dasar, teori, dan perkembangan aplikasi tersendiri yang dapat mendukung aspek kognitif dan sosial, termasuk terkait pengaruh serta akibat sosial dari teknologi informasi. Penggunaan informatika dalam berbagai macam bidang, seperti bioinformatika, informatika medis, dan informasi yang mendukung ilmu perpustakaan merupakan beberapa contoh yang lain dari bidang informatika.

Dalam rangka menyongsong mata pelajaran informatika yang dikembalikan dalam mata pelajaran wajib, setidaknya ada beberapa kebutuhan yang harus dipersiapkan oleh satuan pendidikan. Satuan pendidikan harus menyiapkan infrastruktur pembelajaran serta mendukung peningkatan dan pengembangan kemampuan guru sesuai perkembangan zaman. Sebagai guru informatika tidak hanya perasaan senang dan gembira saja yang tercurah, tetapi menjadi kewajiban kita untuk lebih menguasai dan meningkatkan keterampilan kita dalam materi informatika yang sesuai tuntutan zaman. Semangat membuka diri, belajar, dan gigih maju diperlihatkan dalam komunitas MGMP guru-guru informatika. Sudah seharusnya siswa dibekali mata pelajaran informatika untuk mendukung keterampilan masa depan mereka. Peningkatan kompetensi siswa harus dilakukan dalam rangka meningkatkan daya saing dan posisi tawar ‘human resources’ Indonesia di mata dunia internasional.

Unduh Majalah Edukasi kami Sekarang

Jadilah Member sekarang dan dapatkan akses untuk mengunduh Majalah Edukasi kami secara online.

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi login ke Member Area. Atau tekan tombol di bawah ini untuk langsung masuk ke Member Area kami.

www.majalahedukasi.co.id

Majalah
Edukasi

CONTACT US

Majalah Berita dan Pengembangan Profesi.
Contact Person: 081-393-215921
Email: majalahedukasi21@gmail.com

OUR LOCATION

Jl. Merbabu Raya no 18 RT 7 RW 8 Mojosongo Jebres Surakarta 57127

No. ISSN: 1979-1771

208586
Users Today : 776
This Month : 776
Total Users : 208586
Total views : 462501